PENGALAMAN MISTERI DI SEBUAH RUMAH KOST
Saya punya beberapa pengalaman seputar dunia gaib, diantaranya pengalaman ketika saya menempati sebuah rumah kost. Waktu itu saya baru masuk kuliah, jadi saya menyewa kost-kost’an untuk tempat tinggal. Maklum lah saya berasal dari luar daerah.
Kost-kost’an itu pada waktu saya tempati memiliki 14 buah kamar, 13 buah yang berfungsi dan 1 buah dijadikan gudang. Namun, pada waktu itu juga kebetulan banyak kamar yang kosong disebabkan belum ada penghuni baru karena penghuni lama sudah pada lulus kuliah.
Nah, setelah saya mendapatkan tempat kost-kost’an tersebut saya mulai menempati kost-kost’an itu. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu, saya sudah merasakan hawa yang berbeda. Nggak ada firasat apa-apa sih, Cuma ngerasa beda aza.
Seminggu pertama saya tinggal disana tiap malam saya selalu mimpi buruk, katakanlah mimpi hantu. Padahal saya selalu shalat dan berdoa sebelum tidur. Tapi saya tidak terlalu menanggapi arti mimpi saya itu, toh mimpi hantu tidak sekali dua kali itu pernah saya alami. Jadi saya menganggap biasa saja.
Setelah 2-3 bulan berlalu, agak mulai terasa lagi hawa-hawa yang berbeda. Entah kenapa setiap kali saya ke dapur saya merasakan aura yang menggetarkan bulu kuduk. Di dapur itu tepatnya di samping keran terdapat pohon beringin. Nggak terlalu besar sih pohonnya, tapi ya tetap aza kan namanya pohon beringin itu menyeramkan apalagi urat2nya yang berjuntaian itu. Rasa ngeri itu sangat terasa ketika saya mau mengambil air wudhu, apalagi bila malam hari. Entah karena terbawa suasana atau cerita dan mitos2 yang selama ini saya dengar. Tapi semua itu saya anggap angin lalu saja dan saya anggap biasa. Nah, yang menjadi ketegangan adalah ketika saya sendirian di kost-kost’an itu. Para penghuni lain kebetulan pada jalan semua. Saya berdiam diri di dalam kamar mengerjakan tugas2 kuliah, tiba2 saya kebelet pengen buang air kecil. Lalu saya turun kebawah dimana kamar yang saya tempati berada di lantai 2. Pas saya ke kamar mandi saya liat masih ada 1 penghuni yang masih stand by di lantai bawah. Sempat saya sapa dan saya ajak ngobrol. Setelah selesai hajat saya tadi saya langsung balik ke kamar saya di lantai 2 dan melanjutkan pekerjaan. Entah kenapa tiba2 saya kebelet kembali ingin buang air, padahal baru sekitar 15-20 menitan yang lalu baru dari kamar mandi. Tanpa firasat apa2 saya langsung menuju ke kamar mandi lagi. Nah, disanalah terjadi sesuatu yang membuat jantung saya hampir copot. Di belokkan menuju kamar mandi tersebut tiba2 saya seperti menabrak seseorang. Seorang cewek seumuran saya rambutnya sebahu. Saya langsung tersentak kaget, apalagi ketika saya tahu yang saya tabrak itu nggak ada orangnya. Akhirnya dengan perasaan ragu saya tetap masuk ke kamar mandi. Setelah selesai, saya lihat kamar teman saya yang 1 tadi ternyata dia tidak ada kamarnya sudah digembok. Berarti pada waktu itu saya benar2 sendirian donk. Tanpa pikir panjang dan noleh kanan-kiri saya langsung balik ke kamar dengan sejuta perasaan takut.
Pas besoknya saya ceritakan dengan teman2 saya di kampus dan sekalian saya nanya2 kost-kost’an baru. Tiada disangka tiada diduga tiba2 teman saya itu menceritakan kepada saya kalau kost-kost’an yang saya tempati itu ada “penghuni laen” dan dulunya disana pernah terjadi kasus mahasiswi bunuh diri di kamar mandi. Jelas saja saya kaget, waktu saya tanya dia tahu dari mana dia tidak mau memberi tahu. Katanya pokoknya dia tahu aza. Saya juga bingung, perasaan dia nggak tahu deh kost-kost’an saya itu dimana wong dia nggak pernah saya ajak kesana. Tapi ketika dia katakana ciri2 kost saya tersebut hasilnya sesuai. Apalagi ketika dia katakan “di kost kamu itu kan ada kamar mandinya 4, yang 1 tidak difungsikan…nah disanalah TKP-nya” Sontak saja saya tidak karuan rasa dan pikirannya mau cari kost-kost’an baru. Setelah saya tahu cerita tersebut, tentu donk saya nggak sebebas dulu lagi. Maksudnya kalau dulu sebelum saya dengar cerita itu saya bebas keluar masuk bagian dapur apalagi lewat di muka kamar mandi. Bangun tidur aza saya yang paling pagi. Jam 5 saya sudah mandi. Tapi setelah dengar cerita itu, saya nggak berani bangun pagi lagi. Saya keluar kamar kalau matahari sudah muncul dan terdengar suara2 anak kost lainnya yang sudah bangun. Pengalaman pertama selesai.
Pengalaman kedua, masih di kost-kost’an tersebut. Pernah suatu hari, saya kembali sendirian di kost tersebut. Kali ini yang lainnya pada pulkam ke kampung masing2. Maklum lah kebanyakan kampung mereka dekat2 aza seperti Banjarbaru…jadi tiap sabtu minggu mereka pulang dan sisanya ada yang nginap di rumah keluarga dan rumah teman2 mereka. Oh iya, kalau tidur saya tidak pernah mematikan televisi, biar ada suara2 gitu soalnya kalau tv dimatikan suasananya jadi kaya hutan belantara, sepiiiiiiiiiiiiiiiiii banget. Nah, pas tengah malam belum masuk waktu subuh saya terbangun dari tidur dan saya mendengar suara sesuatu sedang berjalan di luar kamar saya. Suara itu seperti suara jejak kaki kuda. Tahu sendiri kan kalau kuda lagi jalan seperti apa suaranya. Sudah deh kembali lagi bulu kuduk saya berdiri dan jantung saya ugal2an ketakutan. Saya sadar kalau saya lagi sendirian di kost itu, wajar kalau saya di ganggu seperti itu. Tapi dari sekian banyak kejadian atau sesuatu yang saya alami di kost itu, saya pernah berucap begini… “Saya tahu di tempat ini ada penghuni lain yang sudah lebih dulu menempati sebelum saya, saya cuma orang baru yang numpang tinggal demi kepentingan studi saya. Jadi kalau Anda-siapa pun orangnya, tidak suka dengan saya tolong jangan ganggu saya karena saya juga tidak mengganggu Anda atau biarkan saya keluar dari kost ini. Dan yang paling penting tolong jangan tampakkan wujud Anda karena saya tidak mau. Cukup saya merasakan saja” setelah saya berucap seperti itu Alhamdulillah saya tidak merasa ketakutan lagi. Dan tidak pernah terjadi hal2 yang aneh lagi.
Setahun kemudian, penghuni kost berganti…ada yang masuk dan ada yang keluar. Kamar yang dulunya banyak kosong, kini penuh semua dan suasana pun jadi nggak sesunyi dulu lagi, meskipun kalau malam tetap mengerikan.
(story di atas di tulis pada saat aku masih kuliah, namun akhirnya aku meninggalkan kost-kost’an tersebut setelah 2 tahun tinggal disana, dan itu hanya sebagian kecil saja dari pengalaman misteri yang aku alami, cerita ini terjadi pada tahun 2006 s.d 2008 di Banjarmasin) -HR-
